Tuesday, December 14, 2010

Goodbye, for a while.

Well, I'm currently working on my thesis. And it's almost deadline.
So, I'm gonna leave my blog for a while, to concentrate on my thesis. Hopefully, (no, it's more like a MUST) my next blog post (I don't know when) is gonna be about me becoming a master on petroleum engineering. :D

PS: this is me 4 years ago, on my second year bachelor study time, hahahahah.. so naive huh? :p
(and no eyebrows at all!)


That's it. Goodbye for a while, blog. Wish and pray all the best for me. Kisses.

Tuesday, November 2, 2010

Simply Red Farewell Concert

Guess I’m so much into concert-freak lately? Well, not really. Only Placebo, Java Jazz, and the last one, which I’m going to tell you right now, Java Soulnation. (Only, huh? :p)

And the last two I got it for freeeee :) Envy me? Yes, you should.

So, there I was. Last weekend I’m at Jakarta to watched Simply Red Farewell Concert – on Java Soulnation. I really don’t know what to say because I’m speechless when I hear and see by myself Mick Hucknall (the vocalist) standing and sing in front of me!!! You Make Me Feel Brand New, Sunrise, Stars, Playground, If You Don't Know Me By Now, etc.
It was once in a lifetime experience, and thank God – and my besties also who made my dream came true. xxx.






PS: I wrote about this dream to watch Simply Red here and it turns out to happen. Yay!

Tuesday, October 26, 2010

Be Strong, Indonesia!

Two days in a row. Three kinds of disasters.

Flood in Jakarta.



Earthquake in Mentawai.



Volcanic eruption in Merapi Mountain.




Be strong, Indonesia. My prayer for you.
pray by nonam

Saturday, October 23, 2010

Please, leave a comment :)

Some reader complain to me that they can't comment on my blog post. I don't really know what's wrong but I have try to fix the comment setting and others. So now, please do leave a comment on my blog post, while checking if it's work or not right now.

Many many thanks to you who'll drop your comment(s) :)

Saturday, October 16, 2010

Keinginan atau Kebutuhan?

“Cari kerja itu susah. Cari kerja yang sesuai dengan passion lebih susah lagi. Mempertimbangkan tuntutan di sana-sini.” – yang ada di pikiran saya sehabis pulang dari hari kedua Titian Karir ITB.



Memang sih belum lulus, tapi kan ga ada salahnya buat coba-coba CV ke lowongan-lowongan tersebut :D

So, here we are. Tadi pagi, seharian, saya dan beberapa teman menjadi salah satu dari ribuan jobhunter yang mencoba mengadu peruntungan di beberapa stand perusahaan. Hari sebelumnya, kami sudah melihat-lihat terlebih dahulu perusahaan apa saja yang membuka stand dan posisi apa saja yang mereka “tawarkan”. Jadi hari ini, sudah berbekal persyaratan pelamar kerja yang lengkap (CV + cover letter + transkrip + ijazah + pasfoto) kami langsung menuju stand-stand perusahaan yang sudah diincar kemarin. Cukup menyenangkan mempunyai dua background pendidikan, Teknik Lingkungan dan Teknik Perminyakan. Jadi ketika melihat lowongan kerja yang ditawarkan, posisi yang dilamar bisa lebih banyak (dan lebih bingung terkadang).

So, karena background saya begitu, jadi kecenderungan saya untuk melamar di perusahaan yang berhubungan dengan oil and gas, entah itu owner atau Service Company, dan beberapa mining company. Karena sudah survey sehari sebelum, jadi hari ini sangat well prepared dengan cover letter yang diketik rapi nama perusahaan dan posisi yang diincar. Sampai ketika saya memutuskan menunggu teman yang sedang mengantri apply online, tidak sengaja melihat stand sebuah media internasional ini. Tadinya hanya ingin melihat, tapi seorang teman mendorong untuk, “ayolaahh liat aja..” Akhirnya saya beraniin diri buat “melongok” ke stand itu.

Media. Jurnalistik. Reporter. Tingkat Asean. This is sooo tempting. Setelah bertanya-tanya sedikit dengan mas dan mbak yang menjaga stand, saya terpikir untuk iseng-iseng berhadiah apply kesana. Dan saya excited sekali, for sure. Inilah perbedaan yang jelas terlihat antara kebutuhan dan kemauan. Err, kurang tepat sih perumpamaannya. Well, I’m just gonna tell you. Saya suka sekali dengan dunia jurnalistik. Entah sejak kapan mulainya, tetapi saya mulai menekuninya dari SMP dengan bergabung di majalah sekolah bernama PEMA (Pewarta Lima, karena SMP saya adalah SMP 5 Bandung). Kemudian dilanjutkan menjadi penyiar radio, menulis rubrik-rubrik di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, sampai saya punya blog seperti ini juga karena saya suka menulis. Meskipun tulisan di blog ini lebih ke curahan hati, bukan sesuatu mahakarya berkualitas yang akan dikagumi dan diresapi maknanya oleh banyak orang.

Itu juga yang membuat saya ingin masuk Ilmu Komunikasi sewaktu lulus SMA. Tapi Ibu saya “melarang”. Yah saya sudah berangkat dari kelas IPA, juga fakta bahwa keluarga besar ayah saya adalah keluarga “teknik”, jadi aneh sekali rasanya dengan jurusan yang saya hendak pilih tersebut. Saya juga ingin masuk Desain Interior, yang akhirnya terhambat kembali dengan keinginan orang tua yang berkata “kuliah di desain mau kerja apa??”. Orang tua saya mungkin kolot. Tapi pada akhirnya saya tetap apply sebagai mahasiswa teknik, sesuai dengan kemauan mereka (dan saya juga). Ya, saya akui saya menyenangi bidang teknik S1 saya. Sampai kemudian saya melanjutkan S2, juga jurusan teknik, meskipun berbeda dengan jurusan S1. Untuk jurusan S2 ini saya belum terlalu mendapatkan kesukaannya di sebelah mana, tapi pada intinya semua bisa dipelajari sehingga saya berusaha membawa santai.

Oke, so, seberapapun tekniknya otak saya sekarang, tetap saya cinta dunia jurnalistik. Itu yang membuat saya kangen siaran, (berusaha untuk) tetap rajin menulis, dan lain-lain. Faktanya, passion dan perjalanan pendidikan saya sudah melenceng begitu jauhnya. Still, someday I still hope I can manage these both. Or three, dengan cita-cita interior designer saya hahahaha..

Ini memang tidak akan segampang yang dikatakan. Karena seiring dengan kamu dewasa, memang kamu lebih berhak untuk menentukan segala sesuatunya sendiri. Tapi juga akan banyak pertimbangan karena banyak tuntutan dari pihak sana dan sini. Saya iri sekali pada teman-teman yang mungkin bekerja sesuai dengan passionnya, lucky you. Doesn’t mean I don’t like engineering. I just love journalistic also.

Jadi, pekerjaan mu sekarang sudah yang kau inginkan (as in passion) atau yang kau butuhkan (as in financial and other consideration)? Cheers good readers. :)

Saturday, October 9, 2010

I Just had had an Accident

Jumat, 8 Oktober 2010 adalah hari yang penuh ‘warna’ bagi saya.

Aktivitas saya hari itu berlangsung seperti biasa. Saya masuk kuliah jam 8 (kebetulan sedang ada pelatihan dari IFP dan TPA – bersama 2 bule Perancis, yang salah satunya miriiip sekali dengan Jason Statham - masih muda dan ganteng dan tinggi dan badannya bagus dan.... – oke itu kita bahas nanti).

Seperti biasa saya diantar bapak saya naik motor, alat transportasi yang sangat cocok digunakan di kota Bandung yang macet dan semruwet, yah kecuali kalo hujan. Kita melewati rute biasa, dan semuanya berjalan biasa saja, sampai… kita tiba di depan palang kereta api Jl. Kiaracondong (letaknya di bawah fly over). Saat itu sedang ada kereta lewat sehingga palangnya otomatis tertutup dan kami menunggu di belakang palang. Begitu keretanya sudah lewat, alarm berhenti, palang pun otomatis terbuka. Bapak saya (juga pengendara motor lainnya) bergerak maju. Sampai tepat di depan palang, tiba-tiba palang mendadak menutup kembali. Dalam otak saya otomatis terpikir untuk “motor kami seharusnya berhenti. Tunggu sampai palangnya benar-benar terbuka.” Tapi entah kenapa Bapak saya malah terus bergerak maju, mencoba melewati palang tersebut. Dan palang itupun semakin turun dan turun, tapi saat Bapak berhasil melewatinya (Bapak saya duduk di depan saya tentunya). Ketika melewati saya, ternyata si palang sudah turun sedemikian rendahnya sehingga menghantam helm saya (bersyukur sekali saya memakai helm – inilah salah satu pentingnya safety), dan semakin turun lagi sehingga si palang membuat saya tidak bisa bangun lagi dan akhirnya jatuh terhempas ke belakang. Kejadiannya begitu cepat saya tidak bisa berpikir atau berbuat apa-apa.

Yang saya tau tiba-tiba saya sudah tiduran di jalan dan semua kendaraan berhenti karenanya. Bersyukur sekali tidak ada kendaraan yang ugal-ugalan, yang bisa saja melindas saya (oh, seram sekali membayangkannya). Saya langsung bangun, berdiri, sementara melihat Bapak saya yang masih menjalankan motornya beberapa meter (sigh) tanpa sadar boncengan di belakangnya jatuh. Meskipun pada ahirnya berhenti karena orang-orang ramai berteriak. Saya langsung menghampiri Bapak saya dan setelah dipastikan tidak kenapa-napa kami melanjutkan perjalanan lagi.

Sampai di kampus, ketika saya menyerahkan helm pada Bapak saya, ternyata bagian belakang helm tersebut lecet. Saya agak kaget dan bersyukur “Wow, ternyata jatuhnya cukup keras juga. Apa jadinya kalo tadi saya tidak memakai helm.” Berjalan menuju jurusan, saya ingin mengambil HP untuk melihat jam berapa. Baru saya sadari kalo kantong HP saya basah kuyup. Saya angkat tas saya, dan ternyata tutup botol minum Tupperware di dalamnya sudah meleot (err.. sudah melengkung maksudnya), tapi tidak terbuka, sehingga entah bagaimana seluruh isi air di dalamnya tumpah. Cepat-cepat memeriksa HP, takut-takut kalo kebasahan dan rusak. Untungnya saya memakai kantong HP, sehingga masih tertahan. Sementara bagian bawah tas sudah basah kuyup.

Sesampainya di kelas, saya langsung mengeluarkan seluruh isi tas saya untuk mengecek. Buku-buku dan handout kuliah saya cukup basah bagian bawahnya, sehingga menempel dan “keriting”. Lagi-lagi keberuntungan, ternyata air tumpah tersebut tertahan oleh mukena yang saya bawa. Alhasil mukena-nya basah kuyup, yang membuat saya harus pergi ke kamar mandi dan memerasnya, tetapi menghindari barang-barang bawaan saya lainnya terkena air.

Wow, what a day for me! Meskipun agak sedikit dongkol karena bisa-bisanya terjatuh tapi tidak henti-hentinya bersyukur karena banyak banget ucapan “untung ada ini.. untung ada itu.."

Tuesday, September 14, 2010

Crayon


Faktanya berkuliah di tempat kuliah saya sekarang dengan teman-teman saya sekarang membuat saya kekurangan asupan kreativitas dan makanan bagi otak kanan saya. Too serious, too logic, too conservative. Sometimes I need to get out of that box.

Bermula dari pertanyaan seseorang anonim di formspring saya, "dash!! Pilih mana crayon ataw pensil warna??" saya agak tersentak. Seperti dejavu. Someone once asked me this question before. Saya lupa tepatnya siapa. Saya juga agak ragu apakah saya berteman baik atau justru tidak suka dengan orang ini. Tapi itu seperti membangkitkan kreativitas yang terkubur. Ohya, jawabannya krayon, karena saya ga bisa ngewarnain pake pensil warna (sedihnya) T.T -> this is also the same answer I gave few years ago.

Dulu saya suka sekali mewarnai, mencoret-coret dengan krayon. Saya punya koleksi krayon Pentel (merk favorit saya) satu boks besar dengan berbagai macam warna bergradasi detail sekali. Saya menggambar apa saja, menghabiskan banyak lembar-lembar kertas putih :D

Saya juga suka mewarnai dengan menggunakan cat minyak dan cat air. Walaupun tidak sesuka saya pada krayon. Tapi saya paling anti dengan pinsil warna. Saya tidak suka pinsil warna. Sebentar-bentar harus diserut karena tumpul/patah. Dan alurnya tidak bisa rata karena teksturnya akan terlihat jelas.

Kayanya saya masih punya deh sisa-sisa batang krayon Pentel saya itu di lemari somewhere.. Sepertinya mulai mencoret-coret berwarna-warni lagi akan menyenangkan! Hehehe!

Saturday, September 11, 2010

Buka Bersama

Bulan puasa selalu jadi ajang untuk ngadain acara “Buka Puasa Bersama”. Acara seperti ini sangat sayang kalo ga diikuti, karena jadi ajang buat kumpul-kumpul, ketemuan sama temen-temen lama (kalo buka puasanya bareng sama temen-temen ‘masa lalu’), dan bisa juga ketemuan sama orang-orang baru. Mungkin kalo sehari-hari belom tentu bisa kumpul, dan atau meskipun setiap hari ketemu tapi belum tentu saling kenal dan akrab satu sama lain.

Buka Puasa kelas 2G SMPN 5 Bandung angkatan 2000/2001 di Rumah Nyonya Naripan
Lanjut ke Lembang :)
Buka Puasa S2 Teknik Perminyakan dan Panas Bumi ITB semua angkatan (yang masih ada di kampus, hehehe) di Ruang Kelas (baru jadi) S2 Teknik Perminyakan ITB
Buka Puasa kelas ITB IFP 2009 di rumah Reksa
Buka Puasa kelas IPA 5 SMAN 8 angkatan 2004/2005 di Cendana Seafood
Berlanjut ke Potluck :p

Trennya adalah: kalo buka puasanya bareng temen-temen yang udah lama ga ketemu, pasti perginya lama dan ga cuma ke satu tempat (tempat buka puasanya itu aja). Pasti habis buka puasa di satu tempat dilanjutkan ke tujuan lain meskipun sebenernya hanya pindah tempat. Biasanya buka puasa di restoran atau rumah makan, dan habis itu pergi ke tempat yang bisa nongkrong dan bernostalgila berlama-lama hehehe :D

Sampai jumpa di buka puasa tahun depan ya teman-teman.. Semoga bisa kumpul bareng lagi, bahkan mungkin tambah acara karena grup pertemanan juga bertambah, hehehe, amiiinnn..

Thursday, September 9, 2010

Idul Fitri 1431 H

Minal Aidin Wal Faidzin.

Ketupat by Diian Anggraeni

Saturday, September 4, 2010

Meow!

One thing I love about hanging out at Reksa (my graduate college friend) 's house is that he has these cute big cats!! Actually there are 3 of them, but one is taken away to Bogor (Reksa's other house), one is too busy playing running by itself, and this is the only one that would stay put and sit right next to me. Very spoil one, and I loooveeee it!




Saturday, August 28, 2010

Kebakaran di Jl. Veteran Bandung

Seminggu yang lalu di Jl. Veteran (dekat dengan Kosambi) terjadi kebakaran yang berasal dari tabung gas elpiji 3 kg (yah, lagi dan lagi). Kebetulan lokasi juga lumayan deket dari jangkauan jadi kenapa nggak melakukan sesuatu yang kongkrit.

Mengumpulkan donasi dari berbagai sumber dan akhirnya hari Jumat, 27 Agustus 2010 kemarin bantuan bisa disalurkan langsung ke TKP (untung ada poskonya jadi terkoordinir). Sempat melihat-lihat TKP sebentar, keadaannya cukup menyedihkan. Sekitar 15 rumah luluh lantak dan 30-an KK kehilangan tempat tinggal (dan bahkan mungkin semua barang yang mereka punya). Jadi semakin bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang. :)










PS: terimakasih buat semua donatur (membaca ataupun ga baca blog saya) dan Dhanie, Icha, dan Anas yang udah ngebantu pas penyaluran sumbangannya. :')

Monday, August 16, 2010

Rhinitis Alergi

Oke, postingan saya berikut agak berat. Bermula dari 'penyakit' alergi pada hidung saya. Hidung saya sangat rentan untuk bersin berkali-kali. Biasanya pemicunya adalah saat pagi, dingin, bau menyengat, debu, dan bisa apa saja. Akhirnya Jumat kemarin saya memberanikan diri pergi ke Dokter THT, dan tes alergi. Hasilnya, ternyata alergi saya sudah termasuk alergi berat sehingga pengobatannya adalah menggunakan immunoterapi. Akhirnya sampai di rumah, saya browsing dan menemukan beberapa artikel tentang hal tersebut.

Siapa tau kalian (atau keluarga atau teman) ada yang mempunyai masalah yang sama, semoga artikel ini bisa memberi sedikit pencerahan. :)


Sebelumnya kita harus memahami pengertian Rinitis Alergi dan Rinosinusitis.

Definisi
Rinitis Alergi adalah gangguan kepekaan atau reaksi sensitivitas dari tubuh terhadap benda-benda tertentu(allergen). Ada dua penyebab timbulnya Rinitis Alergi, yakni Rinitis Alergi Musiman(hay fever)yang umumnya disebabkan kontak dengan allergen dari luar rumah seperti benang sari, debu, polusi udara atau asap. Serta Rinitis Alergi yang terjadi terus menerus (parennial) yang diakibatkan karena kontak dengan allergen yang sering berada di rumah misalnya kutu debu rumah, debu parabot, bulu binatang peliharaan serta bau-bauan yang menyengat.

Rhinitis alergi adalah penyakit peradangan yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien-pasien yang memiliki atopi, yang sebelumnya sudah tersensitisasi atau terpapar dengan allergen (zat/materi yang menyebabkan timbulnya alergi) yang sama serta meliputi mekanisme pelepasan mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan allergen yang serupa (Von Pirquet, 1986)

Rhinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan allergen yang mekanisme ini diperantarai oleh IgE (WHO ARIA tahun 2001).

Sedangkan Rinosinusitis yang berdasarkan AAAI (American Academy of Allergy, Asthma and Immunology) terbagi menjadi dua golongan, yakni Rinosinusitis Akut dengan ciri-ciri gangguan ini berlangsung kurang dari 12 minggu. Biasanya terjadi 4 kali dalam setahun.Tetapi biasanya setelah diterapi atau diobati, selaput pada hidung bisa kembali normal. Sedangkan yang kedua yakni Rinosinusitis Kronis dengan ciri-ciri gangguan ini berlangsung lebih dari 12 minggu. Dalam setahun bisa terjadi 4 kali dan selaput atau mukosa tidak dapat kembali normal. Dua golongan Rinosinusitis ini disebabkan oleh berbagai macam, biasanya disebabkan oleh penyakit asma, alergi dan gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir. Sementara Rinosinusitis Akut dapat disebabkan oleh infeksi virus, jamur, peradangan menahun pada saluran hidung, penyakit tertentu seperti gangguan sistem kekebalan tubuh dan kelainan sekresi lendir.

Kedua penyakit ini (Rinitis alergi dan Rinosinusitis) umumnya terjadi secara bersamaan. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, kedua penyakit ini bisa dianggap serius, lantaran penyakit ini dapat memberikan dampak terhadap kualitas hidup seseorang serta sosio-ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya aktifitas sehari-hari yang terganggu, namun biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobatinya pun akan semakin mahal apabila penyakit ini tidak diatasi dan menjadi kronis. Selain itu, kedua penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ke organ vital lain yakni Intrakranial (perdarahan di dalam tulang tengkorak) dan Orbita.

Saat ini, ujar dr. Yusie, seiring perkembangan zaman, angka kejadian yang biasa disebut masyarakat penyakit pilek alergi semakin meningkat dengan 10-25% setiap tahunnya dari angka yang sudah diketahui. Karena kebanyakan masyarakat menganggapnya suatu hal biasa, tidak diperhatikan, diabaikan dan baru berkunjung ke dokter setelah penyakitnya parah. "Orang-orang baru berobat ke dokter jika sudah dianggap parah, padahal pengobatan itu lebih mudah dilakukan sejak dini daripada yang berkelanjutan,"tukasnya.

Rinitis alergi dan Rinosinusitis biasanya ditandai dengan bersin berulang-ulang serta ingus cair yang keluar dari hidung. Hal ini terjadi secara terus menerus dan terjadi berulang-ulang.Jika sudah parah, pengobatan akan lebih sulit dilakukan lantaran penggunaan obat hanya menghilangkan gejala, sedangkan penyembuhannya tergantung peran serta penderita dalam menghindari kontak dengan allergan.

Etiologi / Patofisiologi
Rhinitis alergi adalah penyakit peradangan yang diawali oleh dua tahap sensitisasi yang diikuti oleh reaksi alergi. Reaksi alergi terdiri dari dua fase yaitu:

* Immediate Phase Allergic Reaction
Berlangsung sejak kontak dengan allergen hingga 1 jam setelahnya

* Late Phase Allergic Reaction
Reaksi yang berlangsung pada dua hingga empat jam dengan puncak 6-8 jam setelah pemaparan dan dapat berlangsung hingga 24 jam.

Berdasarkan cara masuknya allergen dibagi atas:
* Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur
* Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang
* Alergen Injektan, yang masuk melalui suntikan atau tusukan, misalnya penisilin atau sengatan lebah
* Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan

Dengan masuknya allergen ke dalam tubuh kita, reaksi alergi dibagi menjadi tiga tahap besar:
* Respon Primer, terjadi eliminasi dan pemakanan antigen, reaksi non spesifik
* Respon Sekunder, reaksi yang terjadi spesifik, yang membangkitkan system humoral, system selular saja atau bisa membangkitkan kedua system terebut, jika antigen berhasil dihilangkan maka berhenti pada tahap ini, jika antigen masih ada, karena defek dari ketiga mekanisme system tersebut maka berlanjut ke respon tersier
* Respon Tertier , Reaksi imunologik yang tidak menguntungkan

Gejala Klinis
Gejala klinis yang khas adalah terdapatnya serangan bersin yang berulang-ulang terutama pada pagi hari, atau bila terdapat kontak dengan sejumlah debu. Sebenarnya bersin adalah mekanisme normal dari hidung untuk membersihkan diri dari benda asing, tetapi jika bersin sudah lebih dari lima kali dalam satu kali serangan maka dapat diduga ini adalah gejala rhinitis alergi. Gejala lainnya adalah keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak. Hidung tersumbat, mata gatal dan kadang-kadang disertai dengan keluarnya air mata.

Beberapa gejala lain yang tidak khas adalah:
* allergic shiner bayangan gelap di bawah mata yang disebut.
* allergic salute Gerakan mengosok-gosokan hidung pada anak-anak
* allergi crease, timbulnya garis pada bagian depan hidung.

Beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah:
* Pemeriksaan nasoendoskopi
* Pemeriksaan sitologi hidung
* Hitung eosinofil dalam darah tepi
* Uji kulit allergen penyebab

Penatalaksanaan
* Terapi yang paling ideal adalah dengan menghindari kontak dengan allergen penyebab
* Pengobatan, penggunaan obat antihistamin H-1 adalah obat yang sering dipakai sebagai lini pertama pengobatan rhinitis alergi atau dengan kombinasi dekongestan oral. Obat Kortikosteroid dipilih jika gejala utama sumbatan hidung akibat repon fase lambat tidak berhasil diatasi oleh obat lain
* Tindakan Operasi (konkotomi) dilakukan jika tidak berhasil dengan cara diatas
* Penggunaan Imunoterapi.

Untuk itu terdapat lima langkah meningkatkan kualitas hidup penderita Rinitis Alergi. Menurut dr. Roestinisdi DS,. dr Sp THT-KL, yakni pahami kondisi tubuh anda, hindari faktor penyebab dan pencetus timbulnya gejala, cegah komplikasi yang bisa timbul, ubah gaya hidup serta kenali obat alergi.

1. Langkah Pertama Pahami Kondisi Tubuh Anda
Langkah pertama yang harus anda lakukan yakni memahami kondisi tubuh anda. Dimana anda harus mengetahui bahwa pilek alergi bisa menyerang semua usia. Biasanya penderita pilek alergi sangat peka terhadap allergen termasuk bahan-bahan penyebab terjadinya alergi, baik yang terhirup hidung maupun dari makanan.

Semua bisa terjadi, jika kondisi tubuh menurun maka gejala pilek akan muncul. Gejala dimulai dengan rasa gatal pada hidung, disusul dengan serangan bersin-bersin, keluar ingus cair (seperti air) dan hidung menjadi tersumbat, yang sering kali lebih berat di malam hari. Juga biasa terjadi gejala gatal pada mata, telinga dan langit-langit lidah. Namun pada kondisi yang sudah parah, gejala bisa muncul hampir setiap hari disepanjang tahun.

2. Langkah Kedua Hindari FaktorPenyebab Dan Pencetus Timbulnya Gejala
Perlu diketahui bahwa faktor penyebab timbulnya gejala ada dua macam yakni dari dalam tubuh yakni pertumbuhan hormonal seperti yang terjadi pada ibu hamil atau minum pil KB dan menderita hipertiroid. Namun bisa juga karena psikis yang disebabkan stres,emosi meningkat, serta ada keturunan penderita alergi. Kemudian dari luar tubuh bisa terjadi dari lingkungan seperti allergen hirupan dalam bentuk debu rumah,tungau, jamur, binantang peliharaan seperti anjing, kucing, burung. Juga bisa penyebabnya dari ketombe, tepung sari bunga (pollen) serta kapuk. Allergen juga bisa terjadi terhadap makanan dan biasanya makanan yang terbuat dari susu,telur, kacang, coklat, ikan laut, daging terigu, zat pengawet dan banyak lagi.

Selain itu, mungkin ada debu dari lingkungan kerja yang bersifat allergen. Hal itu disebabkan oleh faktor penyebab pencetus yang biasa memicu timbulnya gejala harus diamati dan dihindari seperti bau-bau yang merangsang. Salah satunya parfum atau minyak goreng, asap rokok, pembakaran kayu dan sejenisnya. Namun alergi juga bisa terjadi saat suhu terlalu dingin, panas dan udara lembab. Untuk itu amati lingkungan sekitar anda.

3. Langkah Ketiga Mencegah Komplikasi Yang Bisa Timbul.
Berbagai komplikasi yang muncul bisa menambah penderitaan dan mempersulit pengobatan. Salah satu komplikasi tersebut menyerang daerah telinga. Menurut dr. Yusie, gejalanya berupa telinga terasa penuh (grebeg-grebeg) hingga terjadi infeksi telinga tengah yang menyebabkan gangguan pendengaran (bahasa jawa : kopoken), juga tenggorokan terasa mengganjal serta batuk-batuk (Pharingitis). Jika timbul masalah ini, yang harus anda lakukan yakni segera ke dokter terdekat, karena jika penyakit ini berlangsung lama dan terus menerus dapat timbul pembengkakan bertangkai selaput lendir hidung yang disebut Polip. Untuk itu, diharapkan jangan sampai timbul komplikasi dengan penanganan sedini mungkin.

4. Langkah Keempat Yakni Merubah Gaya Hidup Anda.
Dengan merubah gaya hidup dan meningkatkan kondisi badan, maka secara otomatis berangsur penyakit ini tidak akan timbul. Bila anda alergi terhadap debu rumah, ikuti petunjuk cara menghindari debu rumah dengan benar. Namun bila anda alergi terhadap binatang peliharaan, sebaiknya tidak memelihara kucing, burung atau anjing. Dan jika anda alergi terhadap makanan tertentu ganti dengan bahan pengganti yang tidak menyebabkan alergi seperti mengganti susu sapi dengan sari kedelai, ikan laut ganti dengan daging, tempe dan tahu.

Selain makanan, lakukan olahraga rutin setiap pagi selama 30 menit, dapat meningkatkan kondisi badan secara umum dengan mengaktifkan sel-sel kekebalan. Selanjutnya konsumsi makanan yangbergizi terutama sayur dan buah segar, istirahat cukup dan hindari stres.

5. Langkah Kelima Kenali ObatAnti Alergi.
Untuk menghilangkan gejala pilek, bersin, hidung tersumbat dan rasa gatal pada mata, hidung, telinga maupun langit-langit dapat diberikan berbagai macam obat antara lain. Seperti obat minum (peroral) golongan antihistamin lebih mudah dikenal klasik CTM. Namun sekarang jenisnya ada berbagai macam seperti Loratadin, Desloratadin,Cetirizine, Fexofenadin. Obat-obatan ini dapat menghilangkan keluhan pilek, bersin dan gatal.

Namun terdapat beberapa golongan obat yang berfungsi untuk menghilangkan keluhan hidung tersumbat, contoh Psedoephedrindan Stabilisator sel alergi. Obat ini berguna untuk menstabilkan sel alergi,sehingga tidak timbul gejala. Kortikosteroid merupakan obat alergi yang ampuh, caranya terbutaline sulfat dosis kecil. Efek sampingnya tremor atau deg-degan, ketotifen (ngantuk). Bisa juga digunakan obat semprot seperti stabilisator selalergi, kortikosteroid. Obat-obatan ini efektif untuk menghilangkan semua gejala pilek alergi, asal dipakai secara benar pada kasus yang tepat.

Kendati demikian, tindakan pencegahan pun perlu dilakukan agar tak merangsang kambuhnya Rinitis Alergi.
* Menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menimbulkan alergi
* Jangan biarkan hewan berbulu masuk kedalam rumah, jika alergi terhadap bulu hewan
* Bersihkan debu dengan menyedot dan lap basah, minimal 2-3 kali dalam satu minggu, jangan menggunakan sapu yang dapat menyebarkan debu.
* Gunakan pembersih udara elektris (AC) untuk membuang debu rumah, jamur dan pollen dari udara. Cuci dan ganti filter secara berkala.
* Tutup perabotan berbahan kain dengan lapisan yang bisa dicuci sesering mungkin
* Jangan mengunakan bahan atau perabot yang dapat menampung debu didalam debu kamar.
* Untuk menghindari kontak dengar allergen, gunakan sarung tangan dan masker ketika sedang bersih-bersih didalam maupun diluar rumah.
* Larang rokok dan pengunaan produk yang beraroma di rumah.

Dengan mengikuti aturan yang diberikan oleh dr. Roestinisdi DS,. dr Sp THT-KL ini secara langsung penderita ikut menyembuhkan dirinya sendiri. Jika bisa berlangsung secara terus-menerus maka dipastikan 5-10 tahun Rinitis Alergi tidak kambuh lagi."Untuk itu mengubah pola hidup sehat bisa mengurangi angka penderita," ungkapnya.


Sumber-sumber:
http://www.surabaya-ehealth.org/content/tips-cegah-penyakit-rinitis-alergi-dan-rinosinusitis
http://medicastore.com/asma/Tes_Alergi.php
http://www.klikdokter.com/illness/detail/66
http://www.conectique.com/tips_solution/health/disease/article.php?article_id=5896

Sunday, August 15, 2010

Where Have I Been

These are few pictures from places I've been visited (when I disappeared from this blog) :p Starting June 21st - July 21st 2010. Enjoy! :)

Arrived at Stasiun Semarang Tawang before continuing to Cepu by (another) train
While waiting train to Cepu we decided to looked around Semarang City, including visited the phenomenal Lawang Sewu
Finally arrived at Cepu (our final destination) --> sounds like scary movie title hahah
Opening ceremony of our one full month training
Pusdiklat Migas Cepu, where we studied
Cepu is a small region, so our daily transportation is by (renting) a bike. Kinda cool ;)
At the drilling simulator
Field Trip to Pertamina at Kawengan, half hour driving from Cepu
Fire fighting practice. This one is how to saving the victim by using the very heavy SCBA
Fire fighting practice, with real fire
And when I say fire, it means FIRE. A big one!
Us posing with our fire fighting trainers. They're damn good for sure!
Closing ceremony and certificate giveaway. Ah yes, finally going back home :)

But in a mean time, when you say study hard, I say play harder! So this is other activities I did while I'm at Cepu. Week one: visited my bitches at Surabaya.



Week two: Gone to WBL with classmates. Banana boat is a must!









Week three: time to conquered Bromo Mountain! Again with classmates :)




Last day at Cepu, there's a farewell party for us held by Pusdiklat Migas
But we also made another party by ourselves. Celebrating Dhanie and Diyah's birthday
And last, played fireworks in front of homeyard. It was definitely good times I had :) :) (despite the homesick and lack of entertainments :p)
 
Header image by sabrinaeras @ Flickr