Tuesday, September 14, 2010

Crayon


Faktanya berkuliah di tempat kuliah saya sekarang dengan teman-teman saya sekarang membuat saya kekurangan asupan kreativitas dan makanan bagi otak kanan saya. Too serious, too logic, too conservative. Sometimes I need to get out of that box.

Bermula dari pertanyaan seseorang anonim di formspring saya, "dash!! Pilih mana crayon ataw pensil warna??" saya agak tersentak. Seperti dejavu. Someone once asked me this question before. Saya lupa tepatnya siapa. Saya juga agak ragu apakah saya berteman baik atau justru tidak suka dengan orang ini. Tapi itu seperti membangkitkan kreativitas yang terkubur. Ohya, jawabannya krayon, karena saya ga bisa ngewarnain pake pensil warna (sedihnya) T.T -> this is also the same answer I gave few years ago.

Dulu saya suka sekali mewarnai, mencoret-coret dengan krayon. Saya punya koleksi krayon Pentel (merk favorit saya) satu boks besar dengan berbagai macam warna bergradasi detail sekali. Saya menggambar apa saja, menghabiskan banyak lembar-lembar kertas putih :D

Saya juga suka mewarnai dengan menggunakan cat minyak dan cat air. Walaupun tidak sesuka saya pada krayon. Tapi saya paling anti dengan pinsil warna. Saya tidak suka pinsil warna. Sebentar-bentar harus diserut karena tumpul/patah. Dan alurnya tidak bisa rata karena teksturnya akan terlihat jelas.

Kayanya saya masih punya deh sisa-sisa batang krayon Pentel saya itu di lemari somewhere.. Sepertinya mulai mencoret-coret berwarna-warni lagi akan menyenangkan! Hehehe!

2 comments:

duapuluhempatjanuari said...

anak sanggar biasa suka pake crayon
kalo jadi anak sanggar mungkin aku dulu sudah juara macem-macem *weww

Desti P. Rizki said...

ahahah anak sanggar nih sanggar seni maksudnya??
ga perlu jadi anak sanggar asal suka corat-coret juga bisa lho.. It's fun somehow! :)

 
Header image by sabrinaeras @ Flickr