Tuesday, May 17, 2011

Brussels Spring

Petualangan kuliner saya kali ini berlabuh di Brussels Spring, sebuah kafe di Jl. Sumatra Bandung yang sesuai dengan namanya, menyajikan kuliner khas Belgia. Berbekal voucher makan wafel dari Disdus, saya kesana siang hari yang terik itu berharap menyantap es krim wafel-nya yang banyak orang bilang ENAK :D


Di kunjungan pertama kali kesini, saya baru sadar kafe dua lantai itu tidak terlalu luas ternyata. Saya pilih makan di lantai bawah di dalam, karena saat itu di luar matahari terik sekali hingga menyilaukan mata. Abis ngasih voucher Disdus dan ditukar dengan Belgian Waffle Ice Cream, saya pilih topping es krimnya Jamocca Crunch, yaitu es krim moka dengan remukan kacang, sounds yumm yumm :9; Saya juga memesan Chicken Wings karena saya termasuk penyuka makanan itu, selalu mencoba di semua tempat yang menjual chicken wings.

Menunggu agak lama sampai pesanan datang, entah mengapa apa karena saya datang jam 11.30 siang? Mencoba memaklumi mungkin mereka baru buka dan masih persiapan. Saya tanya petugasnya, ternyata kafe ini buka setiap harinya dari pukul 10.00-22.30. Hmm, sudah agak lama juga dari waktu bukanya, apa mungkin memang pelayanannya agak lambat? Dan saat itu saya duduk pas dengan arah AC tapi tetap kepanasan, bingung untuk kedua kalinya, apa mungkin ACnya rusak? Celingak-celinguk kayanya ga ada yang bermasalah, maka saya putuskan untuk diam saja. Sambil menunggu pesanan, saya liat-liat menunya, ternyata beragam sekali mulai dari appetizer, main course, sampai dessert dengan harga yang menurut saya cukup mahal. Dua potong chicken wings seharga 25 ribu, dan Belgian waffle ice cream single scoop seharga 30-ribuan. Semoga rasanya sebanding dengan harganya :D


Pesanan datang, dan saya sangat suka chicken wingsnya. Disiram saus BBQ, meskipun hanya 2 potong, tapi daging dan sausnya menyatu dengan sempurna (bahkan saya kembali terbayang saat menulis ini, aduuhhh..). Dilanjutkan menyantap wafel, es krim Jamocca Crunch memiliki rasa moka diselingi remukan kacang menjadikan teksturnya unik, hanya satu yang menurut saya kurang. Roti wafelnya terlalu renyah/garing, padahal setau saya, wafel Belgia asli tekstur rotinya lebih kenyal, tidak sekering ini. But overall, makanannya bolehlah, skala 8 dari 10 untuk Chicken Wings dan 7 dari 10 untuk Waffle Ice Creamnya.


PS: Mereka juga jual es krim, cake, dan macam-macam kue kecil (terutama yang bahan dasarnya terbuat dari the very famous Belgian Chocolate)

6 comments:

Nduk Pingkan said...

ini review hasil kerjaan dari disdus yah? penegn amat dapet kerjaan gini, sambil ngisi waktu luang. hoho! this kinda job do exist!

Desti P. Rizki said...

hehehe iyaaaa hasil kerjaan.. sayangnya mereka belom memperlebar sayap ke solo ya, tapi kalo nanti ada freelance blogger yang kamu qualified, I'll let you know for sure :)

fandi said...

waahh bisa jadi kontributor u/ kuliner nih,, hehehee :)

Desti P. Rizki said...

at Fandi: itu anda menawarkan bukan? hahahaha *ngarep* saya bersedia sekali jadi kontributor :)

fandi said...

emailmu sudah saya baca.iya saya menawarkan :) kebetulan kami sudah 'buka pintu' bagi yang ingin menjadi kontributor di majalah. tapi untuk pertama memang kami sleksi dulu.. untuk 10 kontributor utama. dan anda masuk dalam list saya. btw kmu udah liat/baca majalhnya blom?

Desti P. Rizki said...

aaaa semoga bisa goal dan jadi kontributor! *crossing fingers* kemaren sudah liat sekilas webnya dan baca beberapa kontennya, seems interesting! (mengingat saya juga senang jalan2) Tapi barusan saya buka kok ga bisa ya? Problem loading page gitu..

Mungkin nanti kalo ada kabar lagi bisa menghubungi via e-mail saja biar lebih nyaman? desembertiga@gmail.com

Terima kasih, ditunggu kabar selanjutnya :)

 
Header image by sabrinaeras @ Flickr