Thursday, April 14, 2011

New Project

Jadi, tanggal 9 April kemaren gw baru diwisuda (untuk kedua kalinya dalam hidup gw, yay!). Setelah itu sekarang gw masih jadi pengangguran, ya daftar sana-sini, masih menunggu pengumuman dan panggilan kerja juga. Tapi sekarang di rumah saja dan (jujur) menikmati menjadi pengangguran (walo ga pengen lama2 juga, jangan sampe ya Allah).



Anyway, gw ama temen gw (yang kalo ditanya kenalnya gimana, panjang dan berbelit deh ceritanya) lagi bikin project gitu. Bikin satu website tentang cara belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan murah meriah. Ini bermula dari fakta bahwa banyak banget anak-anak muda Indonesia sekarang (gw ngomong secara general) yang ga bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Menyedihkan deh. Gw ga bilang kita harus bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar ya, I mean, okay, itu bukan bahasa Ibu kita, yang mana adalah Bahasa Indonesia. Tapi seiring dengan era globalisasi (woosshh), bahasa Inggris penting banget apalagi kalo kamu mau bersaing dengan orang-orang luar negeri. Gimana mau bersaing kalo udah kalah di kendala bahasa, ya kaannn..

Jadi, atas dasar itu, muncullah ide ini yang kemudian sedang berusaha direalisasikan. Meskipun awalnya akan memakan waktu cukup lama ya mengingat gw dan si rekanan adalah dua orang dengan banyak kegiatan (oke mungkin sekarang gw ga bisa dibilang gitu :p). So, here we go, doakan semoga project nya sukses ya teman-teman! Tujuan awalnya memang iseng-iseng berhadiah, tapi syukur-syukur deh kalo dapet respon positif dan berguna buat banyak orang, eymen!

Gw dan rekanan gw bertugas mengisi web tersebut dengan tips2 belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan gretongan (or at least murah). Dan diputuskan menggandeng satu orang lagi (seorang perempuan) untuk memperindah webnya. Secara rekanan adalah pria yang notabene memiliki rasa estetika rendah (I guess, hahahahaha) dan gw sendiri adalah seorang yang super gaptek. Jadi pada ahirnya, tim kita (so far) berjumlah 3 orang!

Ini dia project web kita. Masih belom ada apa-apanya sih sekarang, tapi karena niat kami besaaarrr sekali untuk memajukan kemampuan bahasa Inggris anak-anak Indonesia, semoga bisa terus berkembang sejalan dengan waktu dan ga melempem di tengah jalan, yang cuma emosi2 sesaat gitu deeehhh.. Cheers! ;)

Wednesday, January 12, 2011

Rockabye Baby Lullaby

Currently listening to Rockabye Baby Lullaby series. I've been downloaded some of their series and fall in love ever since!
Okay, so Rockabye Baby Lullaby is an instrumental lullaby versions from lots of artists such as Kanye West, Aerosmith, Coldplay, Radiohead, even Metallica, Led Zeppelin, and Nirvana! Besides it's uber cute songs, it also has uber cute cover albums that "inspired" from the real artist' cover album. Check this out:










Here's one of the example. The Scientist - Coldplay (Rockabye Baby Lullaby version)

Tuesday, October 26, 2010

Be Strong, Indonesia!

Two days in a row. Three kinds of disasters.

Flood in Jakarta.



Earthquake in Mentawai.



Volcanic eruption in Merapi Mountain.




Be strong, Indonesia. My prayer for you.
pray by nonam

Saturday, October 23, 2010

Please, leave a comment :)

Some reader complain to me that they can't comment on my blog post. I don't really know what's wrong but I have try to fix the comment setting and others. So now, please do leave a comment on my blog post, while checking if it's work or not right now.

Many many thanks to you who'll drop your comment(s) :)

Saturday, October 16, 2010

Keinginan atau Kebutuhan?

“Cari kerja itu susah. Cari kerja yang sesuai dengan passion lebih susah lagi. Mempertimbangkan tuntutan di sana-sini.” – yang ada di pikiran saya sehabis pulang dari hari kedua Titian Karir ITB.



Memang sih belum lulus, tapi kan ga ada salahnya buat coba-coba CV ke lowongan-lowongan tersebut :D

So, here we are. Tadi pagi, seharian, saya dan beberapa teman menjadi salah satu dari ribuan jobhunter yang mencoba mengadu peruntungan di beberapa stand perusahaan. Hari sebelumnya, kami sudah melihat-lihat terlebih dahulu perusahaan apa saja yang membuka stand dan posisi apa saja yang mereka “tawarkan”. Jadi hari ini, sudah berbekal persyaratan pelamar kerja yang lengkap (CV + cover letter + transkrip + ijazah + pasfoto) kami langsung menuju stand-stand perusahaan yang sudah diincar kemarin. Cukup menyenangkan mempunyai dua background pendidikan, Teknik Lingkungan dan Teknik Perminyakan. Jadi ketika melihat lowongan kerja yang ditawarkan, posisi yang dilamar bisa lebih banyak (dan lebih bingung terkadang).

So, karena background saya begitu, jadi kecenderungan saya untuk melamar di perusahaan yang berhubungan dengan oil and gas, entah itu owner atau Service Company, dan beberapa mining company. Karena sudah survey sehari sebelum, jadi hari ini sangat well prepared dengan cover letter yang diketik rapi nama perusahaan dan posisi yang diincar. Sampai ketika saya memutuskan menunggu teman yang sedang mengantri apply online, tidak sengaja melihat stand sebuah media internasional ini. Tadinya hanya ingin melihat, tapi seorang teman mendorong untuk, “ayolaahh liat aja..” Akhirnya saya beraniin diri buat “melongok” ke stand itu.

Media. Jurnalistik. Reporter. Tingkat Asean. This is sooo tempting. Setelah bertanya-tanya sedikit dengan mas dan mbak yang menjaga stand, saya terpikir untuk iseng-iseng berhadiah apply kesana. Dan saya excited sekali, for sure. Inilah perbedaan yang jelas terlihat antara kebutuhan dan kemauan. Err, kurang tepat sih perumpamaannya. Well, I’m just gonna tell you. Saya suka sekali dengan dunia jurnalistik. Entah sejak kapan mulainya, tetapi saya mulai menekuninya dari SMP dengan bergabung di majalah sekolah bernama PEMA (Pewarta Lima, karena SMP saya adalah SMP 5 Bandung). Kemudian dilanjutkan menjadi penyiar radio, menulis rubrik-rubrik di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, sampai saya punya blog seperti ini juga karena saya suka menulis. Meskipun tulisan di blog ini lebih ke curahan hati, bukan sesuatu mahakarya berkualitas yang akan dikagumi dan diresapi maknanya oleh banyak orang.

Itu juga yang membuat saya ingin masuk Ilmu Komunikasi sewaktu lulus SMA. Tapi Ibu saya “melarang”. Yah saya sudah berangkat dari kelas IPA, juga fakta bahwa keluarga besar ayah saya adalah keluarga “teknik”, jadi aneh sekali rasanya dengan jurusan yang saya hendak pilih tersebut. Saya juga ingin masuk Desain Interior, yang akhirnya terhambat kembali dengan keinginan orang tua yang berkata “kuliah di desain mau kerja apa??”. Orang tua saya mungkin kolot. Tapi pada akhirnya saya tetap apply sebagai mahasiswa teknik, sesuai dengan kemauan mereka (dan saya juga). Ya, saya akui saya menyenangi bidang teknik S1 saya. Sampai kemudian saya melanjutkan S2, juga jurusan teknik, meskipun berbeda dengan jurusan S1. Untuk jurusan S2 ini saya belum terlalu mendapatkan kesukaannya di sebelah mana, tapi pada intinya semua bisa dipelajari sehingga saya berusaha membawa santai.

Oke, so, seberapapun tekniknya otak saya sekarang, tetap saya cinta dunia jurnalistik. Itu yang membuat saya kangen siaran, (berusaha untuk) tetap rajin menulis, dan lain-lain. Faktanya, passion dan perjalanan pendidikan saya sudah melenceng begitu jauhnya. Still, someday I still hope I can manage these both. Or three, dengan cita-cita interior designer saya hahahaha..

Ini memang tidak akan segampang yang dikatakan. Karena seiring dengan kamu dewasa, memang kamu lebih berhak untuk menentukan segala sesuatunya sendiri. Tapi juga akan banyak pertimbangan karena banyak tuntutan dari pihak sana dan sini. Saya iri sekali pada teman-teman yang mungkin bekerja sesuai dengan passionnya, lucky you. Doesn’t mean I don’t like engineering. I just love journalistic also.

Jadi, pekerjaan mu sekarang sudah yang kau inginkan (as in passion) atau yang kau butuhkan (as in financial and other consideration)? Cheers good readers. :)
 
Header image by sabrinaeras @ Flickr