Saturday, October 9, 2010

I Just had had an Accident

Jumat, 8 Oktober 2010 adalah hari yang penuh ‘warna’ bagi saya.

Aktivitas saya hari itu berlangsung seperti biasa. Saya masuk kuliah jam 8 (kebetulan sedang ada pelatihan dari IFP dan TPA – bersama 2 bule Perancis, yang salah satunya miriiip sekali dengan Jason Statham - masih muda dan ganteng dan tinggi dan badannya bagus dan.... – oke itu kita bahas nanti).

Seperti biasa saya diantar bapak saya naik motor, alat transportasi yang sangat cocok digunakan di kota Bandung yang macet dan semruwet, yah kecuali kalo hujan. Kita melewati rute biasa, dan semuanya berjalan biasa saja, sampai… kita tiba di depan palang kereta api Jl. Kiaracondong (letaknya di bawah fly over). Saat itu sedang ada kereta lewat sehingga palangnya otomatis tertutup dan kami menunggu di belakang palang. Begitu keretanya sudah lewat, alarm berhenti, palang pun otomatis terbuka. Bapak saya (juga pengendara motor lainnya) bergerak maju. Sampai tepat di depan palang, tiba-tiba palang mendadak menutup kembali. Dalam otak saya otomatis terpikir untuk “motor kami seharusnya berhenti. Tunggu sampai palangnya benar-benar terbuka.” Tapi entah kenapa Bapak saya malah terus bergerak maju, mencoba melewati palang tersebut. Dan palang itupun semakin turun dan turun, tapi saat Bapak berhasil melewatinya (Bapak saya duduk di depan saya tentunya). Ketika melewati saya, ternyata si palang sudah turun sedemikian rendahnya sehingga menghantam helm saya (bersyukur sekali saya memakai helm – inilah salah satu pentingnya safety), dan semakin turun lagi sehingga si palang membuat saya tidak bisa bangun lagi dan akhirnya jatuh terhempas ke belakang. Kejadiannya begitu cepat saya tidak bisa berpikir atau berbuat apa-apa.

Yang saya tau tiba-tiba saya sudah tiduran di jalan dan semua kendaraan berhenti karenanya. Bersyukur sekali tidak ada kendaraan yang ugal-ugalan, yang bisa saja melindas saya (oh, seram sekali membayangkannya). Saya langsung bangun, berdiri, sementara melihat Bapak saya yang masih menjalankan motornya beberapa meter (sigh) tanpa sadar boncengan di belakangnya jatuh. Meskipun pada ahirnya berhenti karena orang-orang ramai berteriak. Saya langsung menghampiri Bapak saya dan setelah dipastikan tidak kenapa-napa kami melanjutkan perjalanan lagi.

Sampai di kampus, ketika saya menyerahkan helm pada Bapak saya, ternyata bagian belakang helm tersebut lecet. Saya agak kaget dan bersyukur “Wow, ternyata jatuhnya cukup keras juga. Apa jadinya kalo tadi saya tidak memakai helm.” Berjalan menuju jurusan, saya ingin mengambil HP untuk melihat jam berapa. Baru saya sadari kalo kantong HP saya basah kuyup. Saya angkat tas saya, dan ternyata tutup botol minum Tupperware di dalamnya sudah meleot (err.. sudah melengkung maksudnya), tapi tidak terbuka, sehingga entah bagaimana seluruh isi air di dalamnya tumpah. Cepat-cepat memeriksa HP, takut-takut kalo kebasahan dan rusak. Untungnya saya memakai kantong HP, sehingga masih tertahan. Sementara bagian bawah tas sudah basah kuyup.

Sesampainya di kelas, saya langsung mengeluarkan seluruh isi tas saya untuk mengecek. Buku-buku dan handout kuliah saya cukup basah bagian bawahnya, sehingga menempel dan “keriting”. Lagi-lagi keberuntungan, ternyata air tumpah tersebut tertahan oleh mukena yang saya bawa. Alhasil mukena-nya basah kuyup, yang membuat saya harus pergi ke kamar mandi dan memerasnya, tetapi menghindari barang-barang bawaan saya lainnya terkena air.

Wow, what a day for me! Meskipun agak sedikit dongkol karena bisa-bisanya terjatuh tapi tidak henti-hentinya bersyukur karena banyak banget ucapan “untung ada ini.. untung ada itu.."

0 comments:

 
Header image by sabrinaeras @ Flickr