Thursday, December 24, 2009

AVATAR thingy

Have you watched Avatar? I just watched it two days ago with Denya and Dhanie, my classmates. We decided to watch the 3D version at Blitz Megaplex Paris Van Java.


me, Denya, and Dhanie with our 3D glasses

People said that this movie is worth watch in 3D because of the super cool special effect, so even though watching 3D movie is a bit more expensive on the price, but yeah whatever, for our deep satisfaction of the movie hahaha… *yawn*




Jake Sully and Neytiri

and you can also watch the movie trailer here.

I won’t tell you about the story anymore because I assume you have already watched the movie too. And for me, to be truth, the plot is not that amazed me, but still there are few things impressed me, such as:

1.Long duration. 2 hours or so sitting on the cinema’s red sofa makes me stiffed and have to hold on my pee hahaha.. Because I don’t wanna miss every moments of watching the – as I told you before – super cool special effects.

2.My favorite scene was when Neytiri (Zoe Saldana) making love with Jake Sully (Sam Worthington) on that place of Eywa (Navi’s ancestor) and they fall asleep and Jake Sully woke up on the lab. That was when the human military came with their heavy equipment to Pandora, and Neytiri suddenly awake and realize that her land is about to be smoothed over, it reminds me of Michael Jacksons’s song video – Earth Song. It’s similar, or maybe James Cameron even got inspired from it. What do you think?

3.And right after that she tried to wakened Jake Sully, but it didn’t worked of course because Jake Sully’s spirit is on the lab with his true body. That when she started to see what kind of chaos happening and she cries.
Cry for seeing how the land she grows with, she lives with, is destroyed. Cry like she can feel their (the trees, leaves, flowers) pain too. That scene is absolutely amazing. It gasps me. Yes Zoe Saldana was act super great on that scene, but also because it reminds me, it hit me in the head, the condition of our mother earth now. Extreme deforestation, illegal logging, how mother earth have been so much torched because all the exploitation.

So what will be happen 20 years from now? What will my kids see? All buildings? No forests? No trees? Flowers? Bugs? Animals?

SAVE OUR MOTHER EARTH, begin from YOURSELF, STARTS NOW!

Thursday, December 17, 2009

Angkot Chatting

Semenjak Danchoi (baca posting sebelumnya) saya dijual, sekarang kemana-mana lebih mengandalkan antar jemput ayahanda (ya, saya memang terkadang masih diantar jemput ayah tercinta hehehe), nebeng teman, dan pilihan terakhir adalah naik kendaraan umum, yaitu lazimnya angkot. Kenapa tidak bis kota atau ojek? Lebih karena di Bandung bis kota tidak lewat di semua rute jalan di Bandung, sehingga saya pun tidak familiar dengan bis kota (bahkan belum pernah naik bis kota SAMA SEKALI di Bandung) Hehe, ajaib ya? Sedangkan kalau naik ojek, akan terbayang betapa mahal ongkosnya karena jarak rumah saya ke kampus (contoh rute) dan atau sebaliknya pun cukup jauh.

Akhirnya angkot inilah yang menjadi “pengantar” setia saya setelah Danchoi pergi. Naik angkot memang berjuta rasanya. Yang pasti capek, apalagi kalau angkot yang ditunggu penuh dan kita harus berdiri menunggu di pinggir jalan sekian lama. Atau kalau sedang terburu-buru, dan angkot yang kita naiki malah ngetem dulu menunggu penumpang. Ga jarang angkot pun ugal-ugalan menyetir seakan mereka “yang punya jalanan”. Apalagi kalau duduk di depan (sebelah Pak Supir) sport jantung rasanya kaki ini otomatis ikut-ikutan ngerem, hehehe.. Itu baru saya rasakan semenjak bisa nyetir mobil sendiri, sebelumnya sih, ugal-ugalan juga tapi ga begitu menyeramkan. Mungkin karena ga paham juga.

Banyak hal bisa terjadi di angkot. Memang angkot kadang menyeramkan karena kadang rawan rampok, tetapi hal-hal seru juga banyak terjadi di dalamnya. Terutama kalau kita mendengarkan cerita-cerita orang-orang pengguna angkot lainnya. Ga bisa dikatakan menguping sih, orang kedengeran, dan ngomongnya mereka kan juga ga bisik-bisik, hehehe.

Dan saya mau bercerita tentang “cerita” pengguna angkot yang saya naiki hari ini.

Pulang dari kampus tadi saya naik angkot Margahayu Raya – Ledeng seorang diri. Saya duduk dekat pintu di belakang, dan disamping kanan dan depan saya ada satu rombongan perempuan sekitar 7 orang. Mereka membahas macam-macam dan saya tidak begitu perduli. Sampai ada beberapa bahasan yang misspelled yang membuat saya geli, hehehe.. Ohya, sekedar gambaran, ini angkot yang tadi saya naiki.



Ce 1: Enak lho kalo di BIP nunjukkin HP Esia bisa dapet es krim cone gratis!
Ce 2: Ah masa?? Kok bisa sih enak banget..
Ce 1: Iya bener.. Kan lagi promosi.. Di McDonalds itu lhoo.. Eh tapi sekarang kan udah ganti nama McD-nyahh..
Ce 2: Ohya?? Ganti nama jadi apa??
Ce 1: Emm.. Tony, tony apaaa gitu… Ohiya! Tony Cake!!
Ce 2: Hah? Tony Cake? Apa hubungannya ama kue??
Ce 1: Gatau tapi emang jadi Tony Cake sekarang..

.....

Beberapa saat kemudian, mereka tiba-tiba membahas Festival Film Indonesia (FFI 2009) yang notabene baru digelar semalam di Hall D1, Kemayoran, Jakarta.

Ce 1: Eh semalem yang menang Pemeran Pria Terbaik di FFI (baca: ep-ep-i) itu Tio Pas.. Pasukadewo..
Ce 2: Hah? Tio siapa??
Ce 3: Tio Paku blablabla itu yang mana??
Ce 1: Yah itu kok namanya..
Ce 4: Adalah itu pokonya yang udah tua gitu, ga seberapa terkenal soalnya..
Ce 1: Iya terus Pemeran Wanita Terbaiknya Titi Suman.. Eh Titi siapa yaa, itulah pokonya, Suman-Suman gitu..
Ce 2: Ih yang menang nggak pada terkenal gini yah..

Geli sendiri deh dengernya.. Gatel pengen nimbrung dan benerin misspelled mereka, hahaha.. Eniwei, these are the true correct spelled FFI 2009 winner, semakin berjaya film Indonesia!

Film Terbaik:
Identitas (PT. Esa Khaqiva & PT. Citra Sinema)

Skenario Asli Terbaik:
Sally Anom Sari & Samaria Simanjutak (Cin(t)a)

Skenario Adaptasi Terbaik:
Djenar Maesa Ayu & Indra Herlambang (Mereka Bilang, Saya Monyet!)

Sutradara Terbaik:
Aria Kusumadewa (Identitas)

Pemeran Utama Pria Terbaik:
Tio Pakusadewo (Identitas)

Pemeran Utama Wanita Terbaik:
Titi Sjuman (Mereka Bilang, Saya Monyet!)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik:
Reza Rahadian (Perempuan Berkalung Sorban)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik:
Henidar Amroe (Mereka Bilang, Saya Monyet)

Penyunting Terbaik:
Wawan I. Wibowo (Pintu Terlarang)

Penata Sinematografi Terbaik:
Ipung Rahmat Syaiful (Pintu Terlarang)

Penata Artistik Terbaik:
Kekev Marlov (Identitas)

Penata Suara Terbaik:
Shaft Daultsyah & Khikmawan Santosa (Ruma Maida)

Penata Musik Terbaik:
Aksan Sjuman & Titi Sjuman

Lifetime Achievement:
Sophan Sophian

Film Anak-anak Terbaik:
Garuda Di Dadaku

Film Dokumenter Panjang Terbaik:
Ayam Mati di Lumbung Padi (Darwin Nugraha)

Film Dokumenter Pendek Terbaik:
Last Journey (Endah WS)

Film Pendek Terbaik:
Sabotase (Hadrah Daeng Ratu)

Sutradara Pendatang Terbaru Terbaik:
Djenar Maesa Ayu
 
Header image by sabrinaeras @ Flickr